Buku panduan shalat untuk anak-anak

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Aryana adalah anak kelas satu SD yang sedang giat-giatnya belajar shalat. Ia belajar shalat karena perintah gurunya di sekolah bahwa sebagai seorang muslim wajib untuk menjalankan shalat. Kegiatan ini dipantau dari lembar aktifitas siswa. Dalam lembar tersebut telah diisi berbagai kegiatan mulai jam bangun tidur, shalat, makan, bermaian, tidur siang dan lain-lain. Tugas siswa hanya mencentang setiap aktifitas yang ia kerjakan.
Belajar sholat

Aryana adalah anak kelas satu SD yang sedang giat-giatnya belajar shalat. Ia belajar shalat karena perintah gurunya di sekolah bahwa sebagai seorang muslim wajib untuk menjalankan shalat. Kegiatan ini dipantau dari lembar aktifitas siswa. Dalam lembar tersebut telah diisi berbagai kegiatan mulai jam bangun tidur, shalat, makan, bermaian, tidur siang dan lain-lain. Tugas siswa hanya mencentang setiap aktifitas yang ia kerjakan.

Mama Arya sangat bangga melihat anaknya belajar shalat.

Mama              : ayo sayang salat berjamaah dengan mama…

Arya                : iya ma, kalau mau shalat wudhu dulu kan?

Mama              : iya dong, harus wudhu dulu biar bersih dari najis.

Arya                : kalau Cuma biar bersih kenapa gak mandi aja?

Mama              : mandi boleh tapi setelah itu harus wudhu…

Arya                            : o…gitu ya ma…seumpama kentut kenapa batal dan harus wudhu? Padahal yang kentut kan belakang tapi yang dibersihin pada saat wudhu kok malah mulut, hidung, tangan, telinga, muka dan kaki. Kan gak nyambung ma…

Mama Arya mulai bingung menjawabnya…

Mama                          : gampangnya gini, jika Arya sakit mata, oleh dokter yang disuntik kan bukan matanya tapi bagian bokong…sama dengan batal wudhu, yang dibersihkan adalah yang lain karena itu sudah aturannya. Udah ayo salat sekarang nanti keburu kentut lo…

Merekapun shalat berjamaan.dan setelah salat…

Arya                : kok lama banget sih ma shalatnya, capek nih..

Mama              : doanya kan banyak…ya udah makan dulu sana…

Tiba waktu ashar, Arya salat sendiri dan mamanya mengawasi dari belakang… Ternyata shalat Arya sangat cepat, tapi mama maklum mungkin doanya belum hafal semua.

Mama              : Arya ruku’ dan sujud kamu kok cepat sekali…bacaannya sudah benar?

Arya                            : sudahlah ma, kalau ruku’ doannya kan  subhaana robbiyal ‘azhiim wa bihamdihii 3X.

Mama              : ayo coba ulangi, mama mau dengar..

Arya                : subhaana robbiyal ‘azhiim wa bihamdihii 3X.

Mama              : lho kok 3Xnya dibaca juga…

Arya                : lha dibuku juga gitu lo ma…

Mama                          : maksudnya 3X itu dibaca sebanyak tiga kali… subhaana robbiyal ‘azhiim wa bihamdihii, subhaana robbiyal ‘azhiim wa bihamdihii, subhaana robbiyal ‘azhiim wa bihamdihii. Gitu…

Arya                            : ya salah di buku gak gitu kok… subhaana robbiyal ‘azhiim wa bihamdihii 3X..

Mama              : ?????????????????????????

Nah gutu tuh jadinya jika belajar itu apa adanya, tanpa proses pemahaman. Makanya orang tua harus ada ketika anak dalam proses perkembangan golden age. Pada usia ini anak akan sangat mudah menerima pengetahuan sehingga pendampingan orang tua sangat diharapkan dalam rangka meluruskan pemahaman anak. Agar anak merasa ia disayangi dan juga mampu mempertanggung jawabkannya. So biarkan anak berekplorasi dengan dunia luarnya dan menjadi pribadi yang mandiri. Sesusah apapun sebagian orang mendapatkan anak namun ketika mereka melakukan kesalahan maka jangan ragu untuk marah. sayang bukan berarti memanjakannya. Namun ajak anak untuk kerja sama melakukan hal-hal bersama.

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>