Imunisasi dan Kesehatan Anak

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Imunisasi merupakan sebuah kata yang sering kita jumpai ketika mengiringi perkembangan anak. Ketika membaca tentang imunisasi di internet tentu saja anda akan menemui beberapa informasi yang pro dan kontra. Alasan yang pro mengatakan bahwa anak sangat membutuhkan imunisasi sebagai vaksin diri agar anak anda terhindar dari berbagai macam penyakit. Dengan demikian anda diwajibkan untuk mengikuti serangkaian imunisasi wajib mulai dari vaksin hepatitis B, polio, BCG, DTP, dan campak. Dan masih banyak lagi namun bersifat anjuran. Pemberian vaksin DTP harus dilakukan dalam lima dosis, yaitu pada saat anak berusia:dua bulan, empat bulan, enam bulan, satu setengah tahun sampai dua tahun, dan lima tahun. Nah baru pada pada usia 4 sampai dengan 6 serta 11 sampai 12 tahun anak semestinya diberi tambahan yang dianjurkan tadi sebagai imunisasi untuk memperkuat imunisasi yang sudah diperoleh agar kondisi kesehatan anak anda terjamin.

imunisasi

Disamping itu bagi mereka yang kontra terhadap program imunisasi mengatakan berbagai macam alasan salah satunya adalah justru imunisasi itu merupakan vaksin yang berbahaya bagi tubuh anak. Anda bisa menelusurinya disumber lain agar lebih jelas. Situs ini tidak akan membahas tentang itu. Berdasarkan pengalaman, berbicara tentang imunisasi merupakan faktor yang riskan terhadap perdebatan. Hal ini disebabkan karena kuatnya opini para pelaku pro dan kontra imunisasi. Saya sendiri bukan penganut pro dan kontra. Mengapa demikian?

Anak saya hanya mengalami imunisasi hanya dua kali setelah lahir dan juga usia satu bulan. Dan dua-duanya mengalami demam. Sebenarnya hal ini tidak perlu menimbulkan kekhawatiran karena beberapa sumber mengatakan jika penyebab demam paska imunisasi merupakan proses penyatuan vaksin atau virus jinak dengan darah sehingga suhu badan pada bayi meningkat secara drastis. Rata-rata bayi akan mengalami demam berkisar 38 derajat celcius hingga 40 derajat celsius dengan lama 1-2 hari kemudian turun secara drastis. Setelah dua kali imunisasi saya membaca beberapa pendapat yang kontra. Akhirnya saya dan suami mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan imunisasi bukan karena percaya pada yang kontra terhadap imunisasi. Keputusan ini diambil berdasarkan pemikiran dan keyakinan bahwa saya yakin bahwa anak lahir kedunia ini sudah membawa anugrah kekebalan tubuh yang alami dari Allah YME.

Jadi dapat disimpulkan bahwa imunisasi merupakan sebuah tindakan tentang kepercayaan. Imunisasi akan berdampak baik selama anda sebagai orang tua yakin bahwa itu baik untuk anak anda. Dan akan menjadi tidak baik jika anda tidak meyakininya bahkan menjelak-jeleknyanya. Sebenarnya sebagai orang tua anda harus menyadari apa yang kita yakini dan pada akhirnya kita ucapkan merupakan sebuah doa yang tidak langsung namun akan dikabulkan. Jadi yakinilah apa yang kita lakukan akan berdampak baik bagi anak . Saya bersyukur sampai saat ini anak saya sehat. Flu, demam, batuk itu biasa selama penangannya tepat. Ibu adalah dokter paling hebat didunia karena pengobatannya disertai cinta yang tulus dan doa yang ampuh untuk melumpuhkan penyakit. Sebenarnya kunci pengobatannya adalah jangan terlalu panik saat anak sakit dan juga tidak khawatir berlebihan ketika anak sakit. Hal ini hanya akan mengundang aura negative sehingga berdapak pada anak. Positif thingking nyatanya memang menjadi salah satu obat yang mujarab.

Kesimpulannya, imunisasi baik jika anda percaya. Imunisasi tidak baik jika anda tidak percaya. So pastikan posisi kepercayaan anda. Sehingga anak akan sehat selalu. Salam happy family.

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>