Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional 2016

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

kisi-kisi ujian nasional 2016

Kisi-kisi ujian nasional 2016 telah banyak beredar dimasyarakat. Namun apa respon mereka? kaget. Ya kaget adalah respon pertama yang ditunjukkan. Terutama para pelaku atau guru K-13. Bagaimana tidak? Ternyata dalam kisi-kisi ujian nasional 2016 hampir secara keseluruhan adalah materi KTSP 2006. Sehingga banyak yang berkomentar “lalu apa gunanya perubahan kurikulum jika materi dalam kegiatan belajar mengajar selama tiga tahun tidak ada yang keluar”. Ada pula yang berkomentar “kalau begini jadinya lebih baik tidak ada ujuan nasional”.

Pada dasarnya kesimpulan dari sebuah kebijakan tidak bisa disimpulkan begitu saja. Semua pasti ada latar belakang yang menyebabkan sebuah kebijakan diambil. Dalam pandangan orang yang tidak paham akan keberadaan kebijakan dalam pengambilan materi kisi-kisi ujian nasional 2016 akan beranggapan bahwa kebijakan itu diambil akibat adanya pergeseran jabatan. Sehingga kebijakan baru muncul karena pejabatnya baru. Dalam tataran bawah hanya dapat menerka-nerka, apa sebenarnya yang menyebabkan keputusan kisi-kisi ujian nasional 2016 diambil dengan tidak memperhatikan para pelaku K-13. Pada dasarnya tidak semua sekolah menerapkan K-13 karena secara isi banyak yang belum mampu menjalankan baik dari segi sarana dan prasarana maupun dari SDM. Sehingga pelakunya hanya sebagian kecil karena banyak yang angkat tangan kemudian kembali menerapkan KTSP 2016. Menjadi sesuatu yang mungkin wajar dengan keberadaanya yang minoritas sehingga materi kisi-kisi juga sangat minim.

Solusi yang bisa diambil dari materi kisi-kisi ujian nasional 2016 yang jauh dari materi yang telah disampaikan kepada peserta didik adalah dengan melakukan tambahan pelajaran. Dan sebagai guru harus mendapatkan informasi secara cepat sehingga masih ada waktu untuk mengejar materi yang belum tersampaikan. Nah menjadi guru yang update teknologi sangat diuntungkan sehingga apapun kebjakan  baru pemerintah bisa segera diketahui.

Penambahan materi pelajaran sebaiknya dilakukan dipagi hari. Alasannya pagi adalah kondisi anak yang masih fresh menjadikan mereka lebih mudah untuk menyerap informasi. Sehingga materi yang anda sampaikan bisa terserap dengan baik. Durasi waktunya tidak usah terlalu lama cukup satu jam saja. Itu sudah cukup. Jika terlalu lama maka dikhawatirkan anak akan menjadi bosan. Untuk beberapa sekolah menerapkan tambahan pelajaran ini pada saat sore hari, namun kendalanya banyak anak yang tidak hadir dengan alasan kecapekan. Hanya anak yang rajin saja yang hadir. Mereka memilih pulang atau dolan dengan teman-teman yang lain. Beban pelajaran yang luar biasa padat membuat sekolah kadang terasa menjemukan. Namun jika pagi hari suasana akan jauh berbeda. Udara pagi yang masih segar ditambah semangat juga masih baru dimulai.

Tambahan pelajaran pagi hari juga mengajarkan anak banyak hal. Diantaranya anak akan rajin untuk bangun lebih pagi sehingga kebiasaan bangun pagi bisa dimulai dengan ini. Selain itu bangun pagi juga sangat menyehatkan. Bahkan demi melanggengkan keyakinan tersebut masyarakat membuat sebuah kepercayaan bahwa jika bangunnya kesiangan maka rejekinya akan dipatok ayam. Sebenarnya hal ini diciptakan agar kebiasan bangun pagi itu menjadi rutinitas karena memang menyehatkan. Usia anak SMA merupakan masa yang rawan akan pengaruh negatif. Banyak anak jika tambahan pelajaran dilakukan di sore hari, mereka akan mejadikan alasan ini untuk pamit kepada orang tua namun mereka ternyata kelayapan kemana-mana. Berbeda dengan pagi hari misalnya jam 6. Pada jam ini banyak fasilitas umum yang belum beroperasi jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk mencari-cari alasan bolos sekolah. Hal ini juga bisa menjadi kontrol bagi remaja khususnya SMA.

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>