Lulus SMA, Ending or Bigining?

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

begining

Ketegangan begitu terasa ketika ujian Nasional dimulai dan kebahagiaan begitu kentara ketika kelulusan terdengar menggembirakan. Nah kalau sudah seperti ini, lulus SMA Bigining or Ending? Moment –moment seperti ini akan segera terjadi. Perayaan kelulusan yang penuh dengan warna-warni dengan aksi mencorat-coret. Para siswa SMA masih memiliki waktu sekitar dua bulan untuk merencanakan cara terbaik untuk merayakan kelulusan.

Sudah bukan hal yang tabu lagi jika banyak remaja merayakan euforia kelulusan dengan cara yang berlebihan.  Mencorat-coret seragam abu-abu putih merupakan hal yang selayaknya dilakukan, konvoi dengan kebisingan kendaraan sudah seharusnya dan akhirnya lupa daratan. Ini adalah tradisi kelulusan yang senantiasa di pertahankan bahkan dilestarikan oleh kebanyakan remaja. Lalu, hanya luluskan tujuannya? Dan dunia berhenti! The answers exactly not !

All of ending in our live is a big bigining. Semua terus berputar bergantian dan akhirnya tidak ada akhir. Jadi salah besar ketika lulus tiba, lalu bersenang-senang secara berlebihan. Pada dasarnya semua ada batasan. Dan syukur menjadi satu-satunya yang harus diucapkan. Karena hidup tidak ada tujuan lain selain syukur dan mendapatkan kebahagian atas kesuksesan yang diraih. Nikmati hari ini dengan syukur dan rancang hari esok, mengenai apa yang akan terjadi esok hari itu semua kehendak Allah semata. “biarkan masa depan itu hingga ia datang sendiri dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika anda melakukan terbaik dihari ini maka hari esok juga akan baik” (La Tahzan hal.512).

Ada orang bilang “buat apa sekolah tinggi-tinggi, toh akhirnya nganggur juga” bahkan mereka menyebutnya penanguran intelek. Banyak penelitian yang mengatakan bahwa Indonesia diprediksi akan kebanjiran pengangguran lulusan perguruan. Hal ini disebabkan karena adanya banyak pendidikan gratis serta tidak bertambahnya lapangan kerja.  Melihat fenomena yang demikian ini tidak seharusnya moment kelulusan SMA digunakan foya-foya. Namun banyak orang yang belum melihat apa yang menyebabkan banyaknya pengangguran intelek tersebut. “melakukan hal baik dan mendapatkan hal baik pula”. Inilah yang harus menjadi pedoman, kalau dalam bahasa Jawa “nandur bakal ngunduh” sehingga tanamlah kebaikan untuk memanen kebaikan pula. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pengaguran intelek ini salah satunya adalah cara mereka memperoleh gelar sarjana yaitu dengan cara yang tidak baik. Misalnya tidak sungguh-sungguh kuliah, tugas menyalin milik teman, skripsi beli. So baimana mau memperoleh panen yang baik kalau tanamnya saja seperti itu.

Jadi lakukan yang terbaik  maka kamu akan mendapatkan yang terbaik. Mulai detik ini sudah harus ada tujuan setelah lulus SMA. Lulus SMA bukan akhir perjuangan namun sebuah awal yang besar bagi tercapainya impian. Pastikan juga kamu memiliki keyakinan yang panuh atas segala impian anda. Karena tanpa keyakinan maka sebagus apapun recana masa depan akan menjadi berantakan. Katika kalian ingat bahwa apapun kelakuan kita dihari ini, akan berdampak pada masa depan. Sehingga pastikan langkah kita di hari ini berada dijalan yang benar. Jika sudah ada pikiran untuk membeli kunci jawaban, maka lebih baik batalkan saja. Ini adalah soal keberuntungan saja karena ketika anda benar semua maka dapat dipastikan anda beruntung dan jika salah semua maka anda tidak beruntung. Dari pada menunggu sesuatu yang tidak pasti maka lebih baik, anda percaya sepenuhnya kepada anda sendiri. Good luck.

“kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur”  (La Tahzan hal. 67)

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>