Mencegah Step Pada Anak dengan Pelukan

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

pelukan ibu

Cuaca akhir-akhir ini ektrim banget. Pagi panas, siangnya tanpa aba-aba langsung hujan deres dan kadang terbalik. Pagi hujan dan siangnya panas minta ampun. Kondisi ini sangat berdampak bagi kondisi tubuh yang dalam keadaan lemah. Flu, demam dan batuk kita jumpai dimana-mana. Apalagi anak kecil sangat rawan terkena virus yang menyebabkan batuk, demam dan juga flu. Demam adalah yang paling membuat panik apalagi ketika demamnya tinggi maka yang dikhawatirkan adalah terjadinya kejang-kejang atau yang disebut dengan step (stiup).
Pada dasarnya step bermula dari penurunan daya tubuh anak sehingga mengakibatkan virus penyebab demam,flu dan juga batuk menyerang. Kemungkinan yang paling membahayakan adalah demam yang terlalu tinggi dan akhirnya terjadi step. Selama ini, banyak orang tua yang langsung khawatir berlebihan ketika anak terserang panas tinggi. Pada dasarnya kondisi panas anak itu merupakan sebuah reaksi tubuh yang sedang melawan virus jahat dalam tubuh. Ketika demam mencapai 38-39, inilah kondisi yang menghawatirkan akan terjadinya step. Karena tubuh anak tidak mampu lagi untuk mengontrol sehingga terjadilah kejang-kejang.
Cara pertama yang paling ampuh adalah dengan tidak memiliki thermometer. Loh bagaimana bisa? Seabgiaan besar orang tua ketika memiliki thermometer dan mengetahui derajat demam anak, maka yang terjadi adalah khawatir. Khawatir ini akan sangat berpontensi sekali terjadinya panik sehingga yang terjadi bukan cara logis yang segera dilakukan untuk meurunkan demam melainkan hal-hal yang mendukung kepanikan. Biasanya akan timbuh pertanyaan-pertanyaan yang saling menyalahkan. Anak makan apa? Bermain apa saja? Siapa yang mengajaknya bermain? Dan lain-lain sehingga penanganan yang tepat akan tertunda.
Sah-sah saya anda memiliki thermometer jika anda mampu mengaplikasikan secara benar, dan juga tidak mempengaruhi emosi anda ketika menghadapi anak yang terserang demam. Kepanikan berlebih yang akhirnya membuat banyak orang tua bergantung pada dokter dan obat-obatan kimia. Hal ini hanya akan membuat daya tahan tubuh anak semakin lemah. Coba perhatikan berbagai layanan iklan di televise tentang obat-obat penurun demam, flu dan juga batuk. Mereka mengiklankan berbagai produk obat itu juga dengan keraguan, hal ini dibuktikan dengan kata-kata “bila perlu”. So harus gimana? Buka mata dan hati dan perhatikan sekeliling anda. Maka anda akan menemukan berbagai macam obat yang sangat ampun untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Dengan tidak memiliki thermometer maka anda akan berfikir bagaimana cara untuk menurunkan demam anak dengan jernih. Tanpa terbebani angka yang tertera dalam thermometer. Ketika demam maka obat alami yang bisa digunakan adalah bawang merah. Selain itu perlakuan dan juga ucapan dalam mulut dan hati serta berbagai pikiran akan berpengaruh pada kondisi anak.
Berdasarkan pengalaman beberapa saat yang lalu, karena akhir-akhir ini banyak anak-anak yang terserang demam,flu dan juga batuk. Demikian juga dengan buah hati saya. Ketika itu sakitnya kira-kira empat hari. Bermula ketika daya tahan tubuhnya lemah dan juga sekelilingnya batuk maka ia akhirnya tertular. Hingga suatu malam suhu tubunya terasa sangat panas. Karena saya tidak punya thermometer maka saya asumsikan panas tubuhnya tinggi. Segera saya olesi seluruh badannya terutama pergelagan-pergelangan dengan menggunakan bawang merah. Demikian tak kunjung turun, hingga panasnya semakin tinggi karena ketika ia tidur selalu mengigau dan sebentar-sebentak melek seperti mau kejang. Tanpa pikir panjang, saya menggendongnya dengan posisi didepan seperti memeluk sambil keningnya saya tempelkan dipipi. Saya mensugesti diri saya dan anak bahwa panas tubuhnya yang berlebihan akan saya serap melalui pipi dan juga tangan yang saya gunakan untuk memeluk. Dan terbukti cara ini efektif menurunkan panas anak. Tanpa obat, tanpa dokter. Hanya berbekal sugesti, doa dan kepercayaan bahwa anak akan diberi kesehatan oleh yang Maha Kuasa. Ingat ketika menjadi ibu maka doa akan sangat mujarab untuk anak. The power of mom!

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>