Tips agar Anak Menyukai Sayur

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Tips agar Anak Menyukai Sayur

Tips agar Anak Menyukai Sayur

Sudah melekat pada anak bahwa sayur adalah makanan yang tidak menarik bahkan dihindari untuk dimakan. Pada dasarnya sayur adalah makanan yang wajib untuk dikonsumsi untuk memenuhi kesempurnaan kebutuhan tubuh. Tubuh yang sehat harus terpenuhi kebutuhan sayurnya. Oleh karena pentingnya kebutuhan sayur maka harus dibiasakan sejak dini.

Jika dibandingkan, maka generasi tua akan lebih menyukai sayur ketimbangan makanan modern seperti berbagai bentuk roti. Sedangkan generasi muda lebih menyukai makanan yang modern yang serba junk food seperti hamburger, hot dog, pitzza, roti tawar dan lain-lain.

Perbedaan minat terhadap sayur tersebut bermula dari proses pengenalan sayur yang berbeda. Generasi tua yang hidup di jaman yang berbeda lebih awal dikenalkan pada sayur karena pada saat itu yang ada hanya sayur sehingga mereka terbiasa dengan makanan sayur. Sedangkan generasi muda yang hidup di jaman kini lebih banyak dihadapkan pada beraneka makanan siap saji yang dalam penyajiannya tidak merepotkan. Tidak merepotkan atau tiddak ribet adalah pilihan bagi keluarga yang super sibuk. Bahkan sayur dan buah kini telah dikemas dalam bentuk supplement sehingga tidak perlu mengolahnya lagi. Makanan jenis ini banyak dipilih oleh keluarga karir yang sebagian besar waktunya dihabiskan dikantor sehingga untuk anak yang penting semua nutrisinya terpenuhi walaupun dengan cara yang isntan.

Memberikan supplement pada anak tidaklah salah namun sebagus apapun produk olahan pabrik tetap lebih baik masakan alami buatan keluarga khususnya ibu. Walaupun ribet dan membutuhkan waktu lama namun khasiatnya tidak perlu diragukan. Selain nutrisi yang diperlukan oleh tubuh masakan ibu mengandung cinta tulus untuk anak yang tidak bisa diproduksi oleh pabrik manapun. Makanan yang seperti inillah yang diperlukan untuk kesempurnaan tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu ibu harus membiasakan untuk membuat masakan sayur yang menyehatkan bagi anak. Lalu bagaimana cara yang tepat agar anak menyukai sayur sejak dini? Jawabannya adalah pembiasaan. Anak yang tidak menyukai sayur adalah anak yang terlambat mengenal sayur. Pada mulutnya terlanjur mengenal makanan non sayur dan telah terbiasa dengan itu.

Jika demikian, anda bisa merubahnya yaitu dengan mengenalkan lebih awal rasa sayur pada anak. Saat anak untuk pertama kalinya diijinkan makan selain ASI yaitu usia 6 bulan maka kenalakan ia dengan sayur. Caranya tentu saja dengan membuat makanan sendiri dengan sayur didalamnya. Anak usia 6 bulan biasanya makanannya adalah bubur. Anda tidak perlu untuk membeli makanan instan yang telah tersebar dipasaran namun cukup membuat sendiri maka anak akan menyukainya.

Caranya adalah dengan memasak nas dan saat nasi hampir matang anda bisa menambahkan sayur didalamnya. Untuk pengenalan, anda bisa menggunakan bayam, wortel, kacang dan lain-lain. Caranya seperti membuat bubur pada umumnya lalu tambahkan sayur. Ketika mau dimakan maka gunakan saringan untuk membuat bubur lebih lembut dan aman dikonsumsi bayi usia 6 bulan. Penyet-penyet nasi sehingga akan tersaring nasi sayur yang paling lembut.

Jangan katakan bayi anda tidak menyukai sayur sebelum anda mencoba. Pembiasaan adalah proses pengenal an sayur yang sangat efektif. Lidah yang telah mengenal sayur maka akan mudah untuk menerima lebih banyak sayur sehingga perkembangan anak akan sempurna. Selain itu ada juga bisa mengenalkannya pada buah yaitu dengan menjadikan buah sebagai kuah sayur anda. Caranya misalnya apel atau apel pir atau buah keras lainnya bisa anda parut untuk diambul airnya. Misalnya jeruk maka cukup diperas saja.

Semoga bermanfaat dan tetap semangat untuk menyajikan makanan yang sehat untuk buah hati tercinta.

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>