Tips menanamkan jiwa sosial pada anak

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone

Tips menanamkan jiwa sosial pada anak

Anak adalah harta yang paling berharga dalam keluarga dan merupakan anugrah yang tak terhingga dari Tuhan. Dengan demikian merupakakan tanggung jawab bagi orang tua untuk mendidiknya dengan baik. Seorang anak harus memiliki jiwa spiritual sosial, intelektual dan juga emosional yang baik. Orang tua yang baik adalah orang tua yang mampu mendidik anak dalam memenuhi empat komponen tersebut. Dalam artikel kali ini akan dibahas tentang tips menanamkan jiwa sosial denga baik. Setelah nilai-nilai spiritual telah tertanamkan maka tahap yang harus dilaksanakan adalah menanamkan jiwa sosial. Jiwa sosial sangat dibutuhkan oleh anak untuk bekal ketika ia sudah bergabung dengan masyarakat luas. Sehingga ia mampu diterima masyarakat dengan baik. Berikut ini adalah tips menanamkan jiwa sosial pada anak.

  1. Sosialisasi

Keluarga merupakan sosialisasi primer bagi anak. Bagaimana kepribadian anak terbentuk, tergantung dari pendidikan orang tua. Orang tua yang utuh dan sempurna merupakan modal dasar yang baik bagi terciptanya kepribadian yang baik. Dalam artikel sebelumnya telah dibagikan tentang peranan ayah dalam pengasuhan anak. Dalam tahap ini adalah menyadarkan kepada anak bahwa keberadaannya sangat berarti bagi keluarga. Selalu luangkan waktu untuk bermain dan belajar bersama buah hari tercinta. Berikutnya perkenalkan anak pada anak-anak seusianya dlingkungan anda. Jangan cemas berlebihan ketika anak bermain dengan teman sebayanya. Ajari anak untuk bermain dengan siapa saja, serta ajari anak untuk positif thingking terhadap teman dengan tidak memilih-milih teman.

  1. Berbagi

Setelah anak mau bermain dengan siapapun maka ajari anak untuk mau berbagi. Baik itu mainan atau makanan. Sebelum dengan orang lain, anda sebagai orang tua harus menjadi contoh utama. Ketika makan atau main aak anak untuk berbagi. Misalnya ketika anda makan roti maka beri ia setengahnya. Begitu juga ketika ia makan maka mintalah miliknya. Dengan latihan seperti ini maka anak akan mudah untuk berbagi dan tidak menjadi pribadi yang egois. Anak akan paham bahwa bersama-sama akan lebih menyenangkan.

  1. Katakan tolong dan terimakasih

Banyak orang yang engan mengatakan tolong ketika meminta bantuan dan mengucapkan terimakasih setelahnya. Hal ini merupakan hal yang sepele namun sangat berarti bagi perkembangan anak. Dua kata iniĀ  menunjukkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat perlu ada penghormatan (kata tolong) dan pengarhagaan (terimakasih). Maka dari itu ketika meminta bantuan anak hendaknya mengucapkan tolong dan juga terimakasih. Misalnya: sayang, tolong ambilkan bunda sapu. Dan terimakasih setelah semua terlaksanakan. Mudahkan.

.

  1. Peduli

Peduli merupakan sikap yang harus dimiliki anak. Tidak perlu muluk-muluk, ajari mulai dari rumah. Misalnya tentang sampah. Ajari anak untuk membuang sampah ke tempat sampah. Ini merupakan kepedulian terhadap lingkungan. Ini hal kecil tapi dampaknya begitu besar terhadap gaya hidup dalam masyarakat luas.

  1. Sedekah

Sedekah merupakan praktik dalam pengembangan spiritual dan juga sosial. Ketika memberi uang di kotak amal maka jelaskan pada anak bahwa itu namanya sedekah. Ini penjelasan paling sederhana, selanjutnya ketika anak sudah paham maka pengetahuan tentang sedekah dalam bentuk yang lain bisa dilakukan.

Ingat bahwa kepribadian yang baik akan terbentuk dari proses pendidikan yang baik pula. Kasih sayang dan waktu yang dihabiskan bersama juga sangat berperan dalam pembentukan kepribadian. Salam cinta untuk keluarga anda.

Share on FacebookShare on Google+Pin on PinterestTweet about this on TwitterEmail this to someone
Tags:,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>